Kartini’nya Saya
Jika saya dipaksa mendeskripsikan “hebat” dalam satu kata, maka yang akan keluar dari mulut saya adalah “perempuan”.
Ya, karena perempuan mewakili segala elemen terbaik dari nilai – nilai kehidupan. Saya bangga menjadi salah satu buatan Tuhan yang luar biasa ini. Saya yakin kalian juga bangga bukan? Segala sesuatu yang muncul dari pikiran seorang perempuan selalu kemudian menjadi sumber kekuatan bagi hal – hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Perempuan mampu meletakkan nyawa dalam sebuah kesederhanaan campur tangan. Perempuan mampu melahirkan sebuah kehidupan.
Saya terpanggil untuk menulis tentang inspirasi yang selalu datang dari keberadaan perempuan. Hal ini bertepatan dengan Hari kartini, yang dimana selalu diperingati sebagai salah satu simbol kebangkitan atas nama persamaan gender. Moment di mana hampir semua perempuan merasa bersyukur karena perempuan hebat pendahulu mereka bernama Raden Adjeng Kartini, telah berhasil membuat kita bisa merasakan tempat yang sama dengan laki – laki. Baik dalam hal pekerjaan atau kehidupan sosial lainnya.
Tapi tenang saja kawan, saya tidak akan menulis tentang itu. Rasanya terlalu berat jika saya bercerita tentang bagaimana perjuangan pahlawan atau bagaimana perjuangan itu kemudian mengispirasi perempuan – perempuan hebat lainnya. Saya hanya akan bercerita tentang hal kecil yang mungkin tidak penting bagi kalian, tapi inilah inspirasi pertama yang menjadikan saya sebagai salah satu Kartini Masa Kini. Setidaknya, meskipun kontribusi itu tidak sehebat dan seluar biasa perempuan lainnya namun saya merasakan untuk pertama kalinya mampu menjadi perempuan yang sebenarnya.
Saya melihat gambar perempuan itu dalam sebuah majalah ketika saya SMA kelas 2, sahabat saya mendapat kiriman majalah banyak sekali dari rekannya di luar negeri.
Me : This girl has an outstanding aura although she’s not too pretty
My friend : Her name is Fahrani, she’s an international top model from Indonesia. How come you didn’t know about that!
Sejak itulah saya menyimpan namanya dalam kepala saya. Hanya menyimpannya tanpa mau tahu. Sampai saya melihat sebuah film di TV berjudul Super Model 1 dan Super Model 2. Saya melihat kemampuan lain dari perempuan berkulit tanned itu. Dia bisa berakting dengan cukup baik. Lalu film lainnya berjudul Radit dan Jani. Salah satu film yang membuat saya membuka google dan mengetik sebuah nama : Fahrani Hasanah Pawaka Empel. Saya tidak perlu mengatakan siapa dia, kalian bisa mencarinya sendiri. Saya mengambil beberapa hal bahwa dia mendapat banyak penghargaan dari kerja kerasnya. Dia seorang perempuan yang hidup dengan berani keluar dari tempurungnya. Dia melakukan apa yang dia yakini terjadi. Dia tidak peduli apa yang orang katakan tentangnya dan mendobrak kebiasaan demi sebuah perbedaan. Dia punya selera yang bagus tentang bagaimana menjadi dirinya sendiri. Dan dengan alaminya semua hal itu dibalut dengan kekurangan sebagai seorang manusia. Dia mungkin bukan pribadi yang baik. Tapi dia sangat sangat sangat inspiratif. Terutama bagi saya.
Fa’ tidak kenal saya, dia tidak menyuruh saya menuliskan hal ini, dia tidak pernah mengatakan atau menceritakan apa – apa tentang hidupnya. Tapi bukankan seharusnya seorang saya, atau kalian mampu dengan peka melihat hal – hal yang bisa membangkitkan sisi yang Tuhan tanamkan lebih besar dari pada seorang laki – laki : perjuangan. Dia mengispirasi saya tanpa menyentuh kehidupan saya. Dan itulah hal hebat yang telah dilakukannya. Saya hanya perlu menjadi peka untuk menangkap sisi luar biasa setiap perempuan yang bahkan kehidupan kami tidak saling bersinggungan. Fa’ bukan satu – satunya, tapi dia yang pertama. Dia yang tanpa berbuat apa – apa hanya menjadi dirinya sendiri dan menjalani perjuangannya sendiri mampu membuat saya berjuang untuk lebih baik lagi. Untuk menjadi perempuan mandiri dan tahu kemana keinginan ini menuju. Saya tidak perlu menjadi Fahrani karena saya akan menemukan perjuangan saya sendiri.
Untuk itulah kawan, tulisan ini saya persembahkan bagi kalian. Saya ingin setiap perempuan menjadi hebat. Menjalani perjuangan dengan bernafas dalam dirinya sendiri. Tidak peduli berapa banyak hal buruk yang orang katakan tentang betapa buruknya selera kalian. Dan yang paling penting kalian tidak perlu bersusah payah melakukan itu untuk orang lain. Lakukanlah untuk diri kalian sendiri. Menari, bermain musik, menjahit, melukis, menulis, menangis. Lakukanlah agar diri kalian bahagia. Karena kemudian, apa yang kalian lakukan pasti mengispirasi perempuan lainnya. Saya percaya..karena hebat adalah kita..perempuan..
Dedicated to Fahrani Empel
Thank you for the Premiere invitation.So i can see my Kartini and yess,you are somebody!!
Me and My Kartini

Me and My Rockin’ Kartini!! hahaha



aw aw aw.. like this!! i’m one of her big fan dear.. hiks.. *iri*
Hwehehehehe,,
Jadi malu :”)
Nanti kalo ada event lagi aku kabarin yaaa
Biar kita rame2 peluk Fahrani :p