Catatan kecil Luna – Ariel
I just had a meeting with some of Development Managers from Head Quarter HP from Asia Pacific. I’m asking several issues about Thailand disturbance, earth quake in Japan, and flood in Orchard Singapore. mereka ramah bgt . jawabannya juga cerdas tapi lucu. I enjoy conversed with ’em ( tentunya selain pembicaraan bagaimana meningkatkan market HP di Indoneisa ). Begitu selesai gw tanyain, mereka balik nanya tentang Luna maya dan Ariel!! What the hell!! Sebegitu tenarnya mereka?? Some of them jawab karena itulah yang dibicarakan beberapa orang di sini kan? Gw…malu…
Basically…As human being, I love ‘em so much.
Perempuan cantik, tidak bodoh dan berani masuk ke dunia yang tidak mudah dihadapi.
Laki – laki tampan, pandai berkarya dalam musik dan tulisan.
Tapi tiba – tiba aja mereka berdua menggemparkan ranah sosial dengan tersebarnya video yang menurut gw : Itu mereka. Mereka melakukan hubungan seks di luar nikah. Itu opini. Pendapat. Berbeda ya boleh aja. Kalo ada yg bilang salah juga sah – sah aja.
Tapi kenapa gw ngga memilih untuk menghakimi mereka seperti yang pers lakukan?
( Ya iyalah gw bukan pencari berita juga )
Atau mencoba membicarakan mereka seperti yang kawan – kawan gw lakukan?
( Apalagi menyebarkan gambar – gambar yang rasanya miris untuk jadi bahan tertawaan )
Terlepas dari apakah itu asli atau bukan, Bagaimana kalau itu gw? Atau saudara gw? Atau sahabat gw?
Pasti sakitnya ngga tertanggung.
Beberapa UU ITE dan UU Pornografi disuapkan ke mulut Luna dan Ariel. Bagus. Gw sepakat. Itu fair. Memang seharusnya seperti itulah hukum bekerja. Tapi kenapa harus kita yang repot menghujat mereka? Belum lagi sumpah serapah yang keluar semoga mereka terpuruk dan terus jadi bahan olok – olokan. Gw sedih, bukan karena Luna atau Ariel. Tapi karena bangsa ini lebih memilik untuk mengeluarkan tenaga mereka membicarakan sesuatu yang tidak membawa mereka ke arah yang lebih sejahtera. Kenapa kita kaum muda ngga sekeras ini membicarakan Lumpur Lapindo? Atau Dara aspirasi? Atau Kekerasan Orang tua terhadapa anaknya? Tentang hak asasi Mavi Marmara untuk mengirim bantuan ke Palestina? Atau yang paling mudah, kenapa kita ngga kritis bertanya kok bisa ada proposal untuk melestarikan Ubud oleh seorang Mongolian dan bukan keluar dari kepala kita sendiri?
Kawan, gw bukannya sok serius. Atau sok suci. Atau sok pintar. Or anything you named it.
I’m just waiting for this country forward to something useful for our life. Kecuali kalo memang berita Luna Ariel bisa bawa lo jadi orang kaya atau semakin cerdas begitu lo ngomongin mereka. So stop this key? Stop violence on someone’s life. Kita bukan Tuhan.
Tapi kalau kalian tetap memilih untuk menjadikan itu bagian dari hidup kalian, you go head. Gw adalah orang yang sangat mendukung orang – orang yang berprinsip. Selamat menikmati berita Luna Ariel
Gw cuma gerah aja ternyata beberapa rekan kerja gw sampe tahu tentang Luna Ariel karena kita sebagai citizen nya juga gencar mau tahu tentang mereka. Kita yang memaksa untuk tahu.
Anyway, ini cuma curahan hati hati gw aja. One day, kalian pasti mengerti kenapa bangsa kita lambat sekali perkembangannya. Itu karena beberapa dari kita masih suka membicarakan hal yang membuat diri kita tidak berkembang. Semua ilmu pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu, kalau rasa ingin tahu kita tentang Ariel dan Luna sebegitu hebatnya, gw berharap orang yang ingin tahu tentang bagaimana cara menghentikan semburan lumpur, membuat anak jalanan lebih tertarik duduk di kelas dan bukan jadi tukang minta – minta, sejauh apa proses aspirasi kita dimulai dari sebuah rapat RT bisa sampai ke meja DPR dan presiden untuk direalisasikan juga punya concern yang besar.
Gw sedang instropeksi, maukah kalian melakukannya juga? Kita bersama..
Bukan untuk gw, bukan untuk bangsa..Tapi untuk kehidupan yang lebih baik dan bikin Tuhan bangga..


Good iyank, stuju bgt!
yes rite.. dont judge each other bfore u know well bout evrythng of them,,
Luna – Ariel itu siapa?
luna ariel?
cut tary?
anyone else?
pemerasan?
pembunuhan karakter?
menurut saya cuman pengalihan isu…
ada yang lain yang jauh lebih penting untuk dipublikasikan…