Barcelona

” Tidak bisakah kamu hanya diam dan berhenti bertanya ‘kenapa’ ? ”

Itulah kalimat pertama yang membuatku sadar bahwa hanya kepadamulah aku merasakan sebuah badai besar bernama rasa..

Kamu mengajarkanku melihat segala sesuatu tanpa benar atau salah, tapi nyaman atau gelisah

Mendengar setiap cerita manusia, karena mereka adalah sejarah yang tak terbayar mulianya

Berbicara dengan lantang dan berani, hanya itulah yang berkesempatan memberi ruang di bumi

Melangkah dengan hati, putuskan lalu lupakan..Tak ada sesuatu yang terlalu terencanakan

Meletakkan hal – hal yang paling hakiki : Tuhan, perjuangan yang tak terkatakan lalu cinta atas nama persahabatan dan perbedaan lembar pikiran

Kamu, yang mengajarkan bagaimana dunia adalah tempat yang tepat untuk berkehidupan..

Namamu Bintang, yang kamu bilang hanya sebuah pendar kecil di langit akibat pantulan dari seseorang..

Kamu bukan apa2, bukan siapa2..Banyak dan tidak berbeda.. Aku percaya..

Hari – hari itu, hingga angka di belakang empat bilangan berganti paruh..kamu dengan angkuh menjagaku Bukan dari apapun dari siapapun, tapi dari dirimu yang pari, dan dari diriku sendiri..

Kamu membiarkan aku tertawa sebebas – bebasnya. Kemudian menagis segila – gilanya

Kamu membiarkan aku memilih. Kemudian mensyukuri resiko indah yang menanti

Kamu tak pernah meminta, tak bisa memaksa kamu tak pernah menasihati hanya selalu ada di setiap proses yang terjadi..

Kamu hanya tak pernah mengajakku, memasuki duniamu.. melarangku membuatmu bahagia, karena kamu takut jatuh cinta..

Hingga hari itu, saat seseorang menjemputku untuk melihat kamu ketika ada di lapangan itu. Di arena itu. Di atas kakimu yang membuatku selalu sakit pinggang karena kursinya yang terlalu ke depan.Motor kesayanganmu yang kamu bilang punya saingan semenjak kamu mengenalku dan bodohnya aku percaya padahal sebenarnya aku tidak pernah menggantikan dia sebagai posisi satu di kepalamu.

Hari itu, ketika kamu bilang kemenangan ini akan kamu berikan padaku. Perempuan yang bodoh karena tidak bisa membedakan setiap jalan yang terlewatkan. Aku tak bisa menghapal jalan. Selalu lupa. Dan membiarkanmu menyelamatkanku, di setiap jalan raya tempatku menimba ilmu..

Hari itu, ketika memuncaklah kebahagiaanku karena pada akhirnya kamu memberiku kesempatan untuk masuk ke duniamu. dan mengakui bahwa aku melengkapimu dengan cinta yang polos tak bernama dan tak menginginkan apa2..

Namun hari itu jugalah yang memisahkan kita selamanya. Mengambil kamu, satu – satunya yang membuatku percaya bahwa Tuhan itu punya selera yang indah.. Darah memenuhi helm bening yang katanya melindungi bagian terpenting Aku, diam. tak bergerak. sama seperti kamu..

Hari ini, tepat lima tahun lalu..seseorang meninggalkanku.. Meninggalkan seorang perempuan yang tetap tak bisa menghapal jalan.. Terima kasih untuk berjuang menghadapiku, menjadikanku hamba yang menghargai proses hidupnya kamu bukan hanya pendar..bukan sekedar

Kupersembahkan tulisan ini untukmu, agar mereka tahu, bahwa pernah ada seseorang hebat yang selalu menjadi alasan dari setiap perjuangan yang kulakukan..

-in memoriam-

Dialah orang pertama yg bkin gw sadar bahwa Barcelona itu ” ada “,

Dulu dia sekolah seni di sana sblm ktemu gw, dan janji bawa gw ke Barcelona.

Dia bilang di sana Indah dan tenang. Kota tua seperti dunia dongeng dalam senja. Gw mau kesana. Mau lihat sesuatu yang dia lihat melalui mata gw

Itu bikin gw mati2an belajar bahasanya. Mati2an setiap hari cari beasiswa sekolah. Fokus belajar buat dapet pekerjaan yg bisa terbangin gw kesana. Kerja keras nabung biar bisa ke Barcelona.

Impian ini membuat gw selalu deket sama dia. Cuma itu yang bikin gw ngerasa dia masih ngejagain gw. Bukan apa2, hanya sebagai penghormatan karena gw begitu sayang sama orang yg untuk pertama kalinya ngajarin gw tentang dunia..

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copyright © 2009-2010 Cappuccino Lover All rights reserved.
Desk Mess Mirrored v1.7 theme from BuyNowShop.com.